Thursday, 16 November 2017

Apakah Kucing Hewan Pendendam? Inilah Ulasannya

Kucing Hewan Pendendam - ”Kucing saya ‘pipis’ di celana teman saya!”, “Kucing saya mencakar disaat saya lupa bermain dengannya!”, “Kucing saya tidak memperdulikan saya setelah saya bermain dengan kucing teman saya ditaman!”. Kira-kira apakah sobat kucing pernah merasakan hal-hal diatas dari kucingnya? Jika pernah, apakah hal tersebut bermasalah? Ya, seringkali banyak pemelihara kucing yang merasakan hal-hal diatas. Banyak dari mereka yang berspekulasi bahwa kucing melakukan hal tersebut karena instingnya yang berbicara pada saat tersebut. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kucing sebenarnya pendendam. Tapi, benarkah itu? Hewan berbulu yang menggemaskan dan amat sangat imut ini dapat menjadi seekor hewan yang pendendam? Sebenarnya apa ya yang dipikirkan si kucing disaat melakukan hal tersebut? Pada artikle kali ini akan diberikan penjelasan tentang hal tersebut hanya untuk sobat kucing. Jadi, disimak terus ya artikel kucing kali ini!

Kucing Hewan Pendendam
Apa benar bahwa kucing itu hewan yang pendendam? Apa buktinya?

Kucing hewan yang pendendam? Pandanglah sisi positifnya! Ini menunjukkan bahwa sebenarnya kucing memiliki ingatan jangka panjang, dan nyatanya memang seperti itu! Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari fakultas psikologi University of Michigan yang diketuai oleh seorang profesor dan juga seorang ahli behavioristik dari American Museum of Natural History mengindikasikan bahwa disaat anjing hanya dapat mengingat segala hal yang ia lakukan / lewati sepanjang 5 menit, kucing dapat mempertahankan ingatannya selama kurang lebih 16 jam lamanya! (bahkan terkadang kitapun merasa pikun jika terlalu banyak yang dikerjakan ya?). Bahkan para peneliti tadi mengatakan bahwa jangka waktu ketahanan ingatan kucing dapat dikatakan lebih panjang dari rata-rata ingatan monyet dan orang utan. Hebat bukan?
Kucing Hewan Pendendam
Sebuah studi dari University of Michigan mengatakan bahwa ingatan kucing dapat bertahan kurang lebih sektar 16 jam dimana anjing hanya dapat mempertahankan ingatannya selama 5 menit.

Tapi meskipun begitu, apa kita sebagai pecinta kucing rela jika hewan berbulu yang menggemaskan dan amat sangat lucu ini dikatakan sebagai hewan pendendam? Tentunya tidak kan? Lalu apa yang menjadi acuan kita agar yakin bahwa kucing bukanlah hewan yang pendendam?
Kucing Hewan Pendendam
Lalu, jika benar kucing bukanlah hewan yang pendendam, apa buktinya?

Hal pertama, meskipun membutuhkan waktu sekitar 16 jam untuk ‘memendam’ rasa jengkel hingga menjadi kebencian sampai akhirnya menjadi dendam, sebenarnya dibutuhkan lebih banyak upaya bagi si kucing untuk mempertahankan rasa antipati dan kecemasannya.
Baca juga : Mengetahui Tentang Sistem Pencernaan Kucing
Coba sobat kucing pikirkan tentang satu hal yang mungkin baru-baru ini membuat kalian amat sangat jengkel dan penuh kebencian terhadap satu situasi atau orang. Nah, disini kita pasti membutuhkan waktu (bahkan) lebih dari 16 jam untuk memutuskan apa yang akan kita lakukan agar kita bisa terlepas dari belenggu kebencian tersebut dibanding membalaskan dendam tersebut bukan? Bahkan disaat mengalokasikan perasaan benci tadi kita rela melakukan hal-hal yang cukup aneh seperti misalnya bernyanyi-nyanyi dengan keras, berbicara / bergumam sendiri atau bahkan makan dalam porsi yang banyak.
Kucing Hewan Pendendam
Kucing juga memiliki caranya sendiri dalam mengurangi tingkat kecemasannya dan kemarahannya.

Hal kedua, sebagian besar hal yang membuat si kucing terlihat sebagai hewan ‘pendendam’ adalah karena perilaku kita sendiri kepada si kucing sehingga si kucing merasa jengkel dan penuh dengan kecemasan. Analoginya, jika sobat kucing membawa teman ke rumah dan memintanya untuk menginap beberapa hari, pastinya teman sobat kucing merupakan ‘objek’ baru untuk si kucing yang ada di dalam rumah karena pasti teman sobat kucing ini memiliki gerak langkah, wangi badan, kebiasaan dan suara yang berbeda dengan sobat kucing . Disini si kucing akan merasa cemas dan berpikir bahwa itu bisa jadi lawan-nya atau bahkan pengganggunya karena si kucing belum pernah mengenal teman sobat kucing (dan jangan pernah salahkan kucing, karena ini merupakan intuisi dasar yang pasti dimiliki setiap kucing bahkan kucing besar seperti harimau sekalipun!). Bahkan hal ini dapat naik ke ‘level’ kecemasan yang lebih tinggi terhadap si kucing, yakni kecemasan bahwa ini merupakan perebutan teritorial baru. Ya, seperti yang kita tahu bahwa kucing memiliki beberapa cara untuk mengakui ‘objek’ baru sebagai salah satu bagian dari teritorialnya, yakni : mengeluskan pipinya, mengeluskan keningnya dan… buang air kecil diatasnya. Jadi, jangan kaget jika teman sobat kucing (mungkin) akan diberikan ‘salam hangat’ dari si kucing disaat bermain / menginap di rumah!
Kucing Hewan Pendendam
Beberapa kucing memang dapat mengalokasikan emosinya menjadi kemarahan apabila ada objek baru yang datang ke dalam teritorialnya.

Lalu titik terkuat yang mematahkan spekulasi bahwa kucing adalah seekor hewan yang pendendam adalah bahwa sebenarnya kucing adalah hewan yang amat sangat bijaksana dan terlalu ‘keren’ apabila terlibat dalam sebuah proses yang sia-sia dalam memikirkan rasa jengkel, benci ataupun dendamnya. Kami tanya kepada sobat kucing, apakah sobat kucing pernah melihat si kucing duduk disatu tempat dengan keempat kakinya diletakan dibawah perutnya lalu memejamkan matanya sembari benar-benar terdiam? Pasti sering kan?
Baca juga : 147 Jenis Ras Kucing Didunia
Lalu, pasti kita berfikir bahwa disini si kucing sedang merenungkan sesuatu hal dan bermeditasi. Ya walaupun tidak ada yang tahu, kami pun yakin bahwa disaat seperti itu si kucing sedang berfikir lebih dalam tentang dirinya sendiri, bahkan ia terlihat seperti sedang memecahkan teka-teki yang amat berat sekaligus ‘mengunyah habis’ rasa benci yang mungkin ia miliki. Who knows?
Kucing Hewan Pendendam
Kucing yang merasa cemas juga dapat terganggu dengan keadaan sekitarnya sehingga ia menjadi lebih sensitif ataupun agresif.

Jadi, benar adanya bahwa kucing dapat marah dan juga merasa takut sehingga mereka bertindak sesuai dengan intuisi mereka pada saat mereka merasakan hal tersebut. Namun jika kita memikirkan ini secara lebih luas, kembali kepada ketakutan dan kemarahan (yang mungkin dapat lahir menjadi dendam) sebenarnya merupakan sifat yang paling mendasar dari hal yang dinamakan ‘emosi’. Emosi sendiri tidak hanya tertanam pada diri manusia, melainkan juga tertanam pada tiap hewan yang ada di bumi, dan kucing adalah salah satunya. Emosi sendiri bagi kucing amatlah penting, apalagi jika mereka masih hidup di alam liar dimana hukum rimba ‘mengancam atau terancam’ masih sangat berlaku.So, jangan lagi merasa aneh dan mengatakan si kucing adalah hewan yang pendendam ya! Bagaimanapun kucing tetaplah makhluk hidup yang pastinya memiliki perasaan yang tidak dapat kita anggap semena-mena seperti diri kita sendiri! Kita juga pasti akan marah kan jika diganggu oleh seseorang / jika terjebak dalam suatu situasi yang tidak kita inginkan? Kucing pun sama.

Kucing Hewan Pendendam
Take it easy and just focus, because everything is gonna be alright pals!

Demikian untuk artikel kucing kali ini, semoga artikel kucing kali ini bisa bermanfaat serta menambah wawasan sobat kucing semuanya.






Artikel Lain-lain Tentang Kucing Lainnya KLIK DISINI

Fanspage Kunucats

Sumber : Cattery.co.id

0 comments

Post a Comment