Tuesday, 25 April 2017

Inilah Alasan Kenapa Kucing Peliharaan Tidak Bisa Mengaum

Kucing Tidak Bisa Mengaum - Bagaimana kabar sobat kucing dan si kucing hari ini? Semoga saja terus sehat, semangat dan juga senang ya setiap waktunya! Lalu, kali ini kami seperti biasa akan memberikan artikel yang hangat dan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak sobat kucing tentang si kucing dan kehidupan mereka. Mungkin dari segi kebiasaannya, tingkah lakunya, insting dasarnya dan banyak hal lainnya tentang si kucing. Nah, pasti di benak sobat kucing pun pernah timbul sebuah pertanyaan : ‘Kenapa ya si kucing tidak bisa mengaum? Padahal mereka memiliki gen yang juga sama seperti kucing besar (singa, macan, harimau)?’. Memang ya jika dipikirkan lebih dalam hal ini akan membuat kita berfikir keras mengingat kucing memang merupakan satu ‘keluarga’ dengan singa, harimau, macan dan kucing besar lainnya yang sangat gagah jika sudah mengaum. Penasaran? Simak selengkapnya dibawah ini.

kucing mengaum
Kenapa ya kucing tidak dapat mengaum seperti singa atau kucing besar lainnya yang masih satu keturunan?
Sumber : Cattery.co.id

Kucing peliharaan kita merupakan kucing yang telah didomestikasi semenjak ribuan tahun yang lalu, dan mereka memiliki jumlah DNA yang sama seperti harimau (kurang lebih sekitar 96,5%). Dalam sejarah evolusinya, para kucing peliharaan kita ini memang telah didomestikasi semenjak 5.000 – 12.000 tahun yang lalu. Semenjak saat itu pun memang telah ditemukan banyak kesamaan antara para kucing peliharaan yang telah didomestikasi dengan para kucing besar, akan tetapi jika memang benar mereka sama, kenapa kucing besar dapat mengaum dengan gagah sedangkan si kucing peliharaan kita tidak?
Baca juga : Jenis Kucing Persia yang Digemari di Indonesia
Ternyata hal ini dikarenakan perbedaan besar dan kecil tulang yang dimiliki oleh kucing peliharaan kita dan para kucing besar. Tahukah kita bahwa sebenarnya para kucing besar seperti harimau dan macan tidak dapat mendengkur dengan lembut dan para kucing peliharaan kita selalu bisa mendengkur dengan lembut dan menenangkan tetapi tidak dapat mengaum? Ini juga merupakan salah satu fakta pendukung.
kucing mengaum
Felidae
Sumber : Cattery.co.id

‘Keluarga’ kucing (felidae) yang dapat mengaum terbagi menjadi empat kucing besar, yakni: singa, harimau, jaguar dan macan tutul (dan juga macan kumbang akan tetapi jenis kucing besar ini termasuk dalam klasifikasi panthera). Sedangkan para kucing yang hanya dapat mendengkur dengan lembut adalah kucing-kucing yang termasuk dalam klasifikasi keluarga felinae. Tapi felinae juga memiliki substansi kucing liar didalamnya seperti kucing hutan, cheetah, singa gunung dan kucing liar berukulan kecil lainnya. Disini, singa gunung merupakan spesies yang berukuran paling besar di antara seluruh spesies kucing kecil, sedangkan harimau memiliki ukuran tubuh terbesar diantara empat kucing besar yang telah disebutkan diatas tadi. Akan tetapi meskipun mereka tergolong dalam klasifikasi yang berbeda-beda, mereka tetap memiliki perilaku naluriah yang sama satu sama lainnya. Contoh, sundulan atau mengeluskan kepalanya kepada tubuh kita merupakan salam perkenalan yang sama diantara semua kucing kepada manusianya; jika buntutnya dan bagian bokong si kucing mulai memasang kuda-kuda, berarti mereka siap menerkam; menggeser-geser makanan dan menyentu-nyentuh makanan sebelum dimakan merupakan kebiasaan yang sama; indra penciuman yang amat sangat luar biasa tajam dimiliki oleh tiap-tiap mereka.
Baca juga : Inilah Alasan Kenapa Kucing Makan Rumput
Lalu, hampir seluruh kucing yang telah didomestikasi amat sangat menyukai dan bereaksi cepat apabila mencium atau memakan catnip, dan ternyata kucing-kucing besar juga termasuk golongan kucing yang menyukai catnip. Semua jenis kucing terlepas dari ukuran mereka, cara mereka mendesis, cara mereka meraung, cara mereka melangkah ataupun cara mereka mencari mangsa, seluruh jenis kucing tetap saja paling senang apabila sudah diajak bermain. Contoh? Sobat kucing tahu bahwa kucing peliharaan kita senang sekali dengan kardus, dan nyatanya kucing besar juga sangat menyukai kardus layaknya kucing peliharaan kita.
kucing mengaum
Felinae
Sumber : Cattery.co.id

Tapi meski begitu kalau perihal mengaum memang hanya kucing besar yang dapat melakukannya. Ini dikarenakan perbedaan ukuran tulang dan beberapa bagian dari tulang yang berbeda dari para kucing besar dan para kucing kecil. Disini semua kucing memilliki tulang kecil yang dinamakan hyoid adalah penyebabnya. Tulang kecil berbentuk huruf “U” ini berada ditenggorokan yang terletak di atas laring. Tulang hyoid yang ‘ter-desain’ pada kucing besar (para kucing yang dapat mengaum) amat sangat fleksibel karena adanya ligamen khusus yang dapat terbentang, sehingga memungkinkan para kucing ini untuk menghasilkan suara yang lebih besar dan keras untuk ‘menggetarkan’ sebuah lapangan bola. Pada saat udara melewati pita suara, tali ligamen kucing itu tertarik dan terus membentang lebih dalam. Disinilah suara auman para kucing besar terdengar semakin gagah untuknya dan menakutkan untuk didengar para mangsanya. Bentuk pita suara juga penting. Umumnya pita suara yang terdapat pada kebanyakan hewan berbentuk segitiga, tapi para kucing besar yang memiliki kemampuan mengaum memiliki pita suara berbentuk persegi, tertutupi daging, ‘bertali’ tebal dan besar. Pita suara yang berbentuk persegi tersebut sangat membantu jaringan yang ada disekitar tali pita suara untuk menahan peregangan. Hal ini juga memberikan suara auman kucing menjadi lebih dalam saat menggunakan tekanan paru-paru yang lebih sedikit untuk menghasilkan suara sekeras 114 decibels. Suara sekeras itu setingkat dengan suara pesawat jet yang akan lepas landas. Tentunya apabila kita berada di dekat pesawat jet tersebut, kuping kita akan terasa sakit bukan? Ini pula yang membuat suara singa dewasa dapat terdengar hingga jarak 5 mil jauhnya.
kucing mengaum
Lingkaran merah : Hyoid bone
Sumber : Cattery.co.id

Pada kucing peliharaan kita dirumah dan kucing liar selain para kucing besar tadi yang tidak dapat mengaum, tulang hyoid mereka benar-benar kaku. Karena itulah, non-fleksibilitas dan juga kekerasan pita suara mereka membuat mereka hanya dapat mendengkur yang mana tidak sama sekali menakutkan, malah menghibur dan menggemaskan. Tapi disini pula letak keunikannya, pita suara para kucing peliharaan danjuga kucing-kucing lainnya yang tidak dapat mengaum memiliki lipatan-lipatan ‘spesial’ yang terbagi dan bergetar selama menghirup dan menghembuskan nafas. Tetapi, lipatan-lipatan tadi pula yang pada akhirnya membatasi jangkauan suara mereka sehingga tidak mungkin mengaum. Dengkuran para kucing peliharaan kita memiliki tingkat kekerasan suara sekitar 20-25 decibles.
Baca juga : 8 Jenis Kucing Peliharaan yang Populer di Indonesia
Para ilmuwan percaya bahwa para kucing yang mendengkur adalah kucing-kucing yang sedang dalam mekanisme penyembuhan diri. Dengkuran yang mereka lakukan dapat membantu regenerasi sel-sel / jaringan tubuh yang berkurang dan juga membantu penyembuhan tulang, bahkan dengkuran ini juga dapat memberikan khasiat positif dalam penyembuhan diri kita jika berada di dekat si kucing yang sedang mendengkur loh! Lalu mengapa diatas disebutkan cheetah, singa gunung dan bobcat tidak dapat mengaum padahal mereka nyatanya memiliki kotak suara yang lebih besar dari para kucing peliharaan kita? Ini dikarenakan anatomi mereka sama persis dengan yang dimiliki para kucing peliharaan kita, termasuk pula tulang hyoid yang mereka miliki juga sama kaku-nya dengan para kucing peliharaan kita. Inilah sebab mengapa mereka juga tidak dapat mengaum.
kucing mengaum
Harimau (dan kucing besar lainnya yang dapat mengaum) memiliki tulang hyoid yang khusus dan juga fleksibel
Sumber : Cattery.co.id

Ada lagi sejenis kucing besar yang ternyata memiliki pengecualian dari jenis kucing yang dapat mengaum dan dapat mendengkur. Jenis kucing ini adalah macan tutul salju. Dipercaya bahwa macan tutul salju / macan salju ini merupakan sub-familia yang sama dari empat kucing besar yang dapat mengaum dikarenakan macan tutul salju / macan salju memiliki tulang hyoid yang fleksibel, akan tetapi macan tutul salju / macan salju tidak bisa mengaum ataupun mendengkur. Ini mengapa suara macan tutu; salju / macan salju disebut sebagai nickchuffing dan suara kucing ini digambarkan sebagai persilangan suara antara meongan, dengkuran sekaligus auman. Karena itu pula banyak ahli biologi berpikir bahwa macan tutul salju dan juga macan salju harus diklasifikasikan ke dalam sub-familia sendiri, khusus dan terpisah yang disebut Uncia.
kucing mengaum
Macan tutul salju memiliki suara yang terdengar ada diantara auman dan meongan. Suara ini disebut suara nickchuffing
Sumber : Cattery.co.id

So, sobat kucing memang ya semua jenis kucing meliputi kucing besar dan juga kucing kecil memiliki banyak sekali kesamaan. Seperti contoh, kedua jenis-jenis kucing ini merupakan jenis hewan karnivora (pemakan daging), dan bagi para kucing kecil peliharaan kita, tidak ada salahnya kita selalu memberi mereka makanan kucing yang mengandung protein tinggi agar si kucing tetap sehat. Kucing besar sendiri merupakan predator utama dan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga ekosistem yang harus berjalan baik. Tanpa mereka, petani pasti akan berbagi tanah garapannya dengan ‘predator’ hasil panen mereka, ya hama-hama seperti tikus, burung bahkan hewan herbivora lainnya. Kucing peliharaan kita pun adalah pemburu yang sangat sigap dan juga agresif, hanya saja lebih efisien karena ukuran tubuh mereka yang kecil dan juga banyak makanan yang dapat mereka makan. Lalu, perlukah kita merasa senang atau lega jika si kucing tidak dapat mengaum seperti para kucing besar lainnya? Kami pribadi merasa senang dan lega loh! Karena jika si kucing peliharaan kita semuanya dapat mengaum, apakah terbayangkan bagi kita jika dipagi hari saat si kucing lapar hingga mereka duduk didada kita sembari mengaum? Sepertinya bukan hal yang baik untuk mengawali pagi kita ya!
kucing mengaum
ROAR!
Sumber : Cattery.co.id
Demikian untuk artikel kali ini, semoga artikel kucing ini bisa bermanfaat untuk sobat kucing semuanya dan tentunya menambah wawasan tentang dunia kucing.






Artikel Informasi Kucing Lainnya KLIK DISINI

Fanspage Kunucats

Sumber : Cattery.co.id

0 comments

Post a Comment